Kandungan Dan Manfaat Delima

bibitunggul.co.id – Delima mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sebuah delima segar yang setara dengan 154 g mengandung 105 kalori; 81% air; 26 g karbohidrat; 1 g protein; 399 mg kalium; 12 mg fosfor; 5 mg kalsium; 5 mg magnesium; 9 mg vitamin C; 1 mg vitamin E; 1 mg asam pantotenat; 0,2 mg vitamin B6; 9 μg folat; dan 1 g serat.

Di dalam delima terkandung flavonoid (antosianin), asam sitrat, asam malat, gula buah (glukosa, fruktosa, maltosa), vitamin (C, B6, dan A), mineral (kalium, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, dan natrium), dan tanin (punicalagnis).Kulit buahnya mengandung alkaloid pelletierine, granatin, betulic acid, ursolic acid, isoquercitrin, elligatanin, resin, triterpenoid, kalsium oksalat, dan pati. Kulit akar dan kayu mengandung sekitar 20% elligatanin, dan 0,5—1% senyawa alkaloid, antara lain alkaloid pelletierine (C8H14NO), pseudopelletierine (C9H15NO), metilpelletierine (C8H14NO.CH3), isopelletierine (C8H15 NO), dan metilisopellettierine (C9H17NO). Daunnya mengandung alkaloid, tanin, kalsium oksalat, lemak, sulfur, dan peroksidase.

Antosianin berkhasiat sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari serangan radikal bebas perusak berbagai organ yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Rasa sepat pada buah atau bagian tanaman lain biasanya merupakan tanda bahwa di dalam bagian tersebut terkandung tanin yang merupakan senyawa polifenol. Rasa sepat tanin yang terdapat di dalam berbagai bagian tanaman disebabkan oleh kemampuan tanin untuk mengendapkan protein sehingga menimbulkan rasa sepat atau astringen. Tanin pada delima disebut punicalagins yang berkhasiat astringen dan bermanfaat sebagai antidiare dan menghentikan perdarahan. Efek sepat dan penyembuhan luka oleh tanin disebabkan oleh senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan.Potensi antioksidan dari berbagai bagian tanaman dimanfaatkan di dalampengobatan herbal untuk menghentikan diare, sebagai anti-inflamasi,antiseptik, dan di dalam penelitian modern sebagai obat osteoartritis,antitumor, dan antikanker.Di dalam formulasi obat tradisional digunakan kulit buah dan akar delima. Namun, di dalam pengobatan herbal modern yang telah dikembangkan sebagai obat adalah ekstrak buah, ekstrak kulit buah, jus buah, selai buah, jeli buah, konsentrat buah, jus buah, anggur buah, dan minyak biji.

Semua khasiat sediaan delima disebabkan kandungan berbagai senyawa polifenol yang aktivitas antioksidannya sangat tinggi. Minyak biji mengandung lebih dari 70% asam linoleat terkonyugasi termasuk asam punisat (punicic acid) yang merupakan asam lemak tidak jenuh. Asam-asam lemak tidak jenuh ini mempunyai khasiat yang potensial terhadap metabolisme lipid pada tikus obesitas yang menderita hiperlipidemia. Kulit buah dan akar delima banyak dijumpai dalam ramuan obat tradisional selama bertahun-tahun karena mengandung simplisia yang efektif untuk menghentikan diare dan mengobati cacingan.