Site icon Bibit Unggul

Segudang Manfaat Mulsa Bagi Pertanian, Simak Beberapa Manfaatnya!

bibitunggul.co.id – Mulsa organik biasanya terbuat dari jerami dan alang-alang. Mulsa ini sangat mudah didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah. Sementara itu, mulsa anorganik terbuat dari plastik hitam perak. Jenis mulsa ini lebih sulit terurai dibanding mulsa organik. Berikut ini beberapa manfaat penggunaan mulsa bagi pertanian.

 Mulsa sudah sangat sering digunakan pada dunia pertanian untuk membantu pekerjaan petani. Ada banyak manfaat mulsa yang bisa dirasakan oleh petani, mulai dari mencegah serangan hama hingga mengefisiensikan penggunaan pupuk. Mulsa terdiri atas dua jenis, yaitu mulsa organik dan mulsa anorganik.

Mencegah pupuk hilang

Mulsa dapat berguna untuk mencegah pupuk yang sudah diberikan tercuci oleh air hujan atau air siraman. Dengan begitu, pupuk yang diberikan bisa diserap oleh tanaman lebih optimal. Selain menjaga pupuk, mulsa juga mampu menjaga kandungan bahan organik di dalam tanah agar tidak mudah menghilang.

Mencegah erosi pada bedengan

Bedengan dapat turun seiring berjalannya waktu pemeliharaan karena tanah terbawa oleh air hujan. Dengan mulsa, bedengan tidak mudah mengalami erosi sehingga petani tidak perlu terlalu rutin melakukan penimbunan.

Melindungi tanaman dari serangan hama

Mulsa dapat berfungsi melindungi tanaman dari serangan hama. Penggunaan mulsa plastik dapat membuat pantulan cahaya dari mulsa ke bagian bawah daun yang sering tidak terjangkau oleh pemantauan. Kondisi ini tentu saja dapat menyebabkan hama yang biasanya berada di bawah daun akan stabil. Mulsa terbukti mampu mengurangi serangan beberapa jenis hama seperti aphid, trips, tungau, dan menekan beberapa serangan virus.

Menjaga kelembapan tanah

Penggunaan mulsa dapat menjaga kelembapan tanah yang tertutup. Air di dalam tanah tidak mudah menguap pada musim hujan. Selain itu, tidak terjadi genangan atau becek saat sedang hujan deras.

Meminimalisir pertumbuhan gulma

Mulsa plastik yang terbentang di atas bedengan dapat menghambat pertumbuhan gulma yang dapat merebut unsur hara di dalam tanah. Dengan begitu, petani tidak perlu melakukan penyiangan secara rutin. Penyiangan cukup dilakukan pada gulma yang tumbuh pada lubang tanam. Itu pun jumlahnya tidak sebanyak bedengan yang tidak ditutup mulsa.